Tampilkan postingan dengan label REVIEW. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label REVIEW. Tampilkan semua postingan

6,9 Detik (2019)

Diam-diam Lola Amaria ialah sineas produktif, dengan catatan lima film dalam enam tahun terakhir, di mana semenjak Jingga pada 2016, ia r...

A Shaun The Sheep Movie: Farmageddon (2019)

Dua faktor penentu kepuasan menonton A Shaun the Sheep Movie: Farmageddon adalah seberapa suka anda akan humor British dan seberapa bany...

Joker (2019)

Ada perasaan abnormal menyerang selepas menonton Joker. Saya hampir menangis, tapi juga merasa geli hingga ingin terkekeh. Sukar dijamah ...

Bebas (2019)

Selama pembuatnya tidak mengacau, remake dari Sunny (2011) takkan berakhir buruk, alasannya yaitu basis materinya luar biasa solid, meski...

The Nightshifter (2018)

Melihat pemakaian gambar kusam, musik yang terdengar menyayat, hingga pilihan jenis abjad untuk judulnya, awalnya horor asal Brazil ini t...

Gemini Man (2019)

Gemini Man membuat saya makin menghormati Ang Lee. Tidak banyak sutradara berstatus “ auteur ” menjajal blockbuster , gagal total, kemudi...

Abominable (2019)

“Kan beliau punya kekuatan. Kenapa nggak dipake?”. Saya yakin protes semacam itu sering anda dengar (bahkan mungkin lontarkan sendiri) ke...

The Peanut Butter Falcon (2019)

Dua individu saling mengisi guna menyembuhkan luka batin masing-masing. Terdengar familiar? Faktanya tema serupa memang telah digunakan b...

Cinta Itu Buta (2019)

Mengadaptasi film Filipina berjudul Kita-Kita, karya penyutradaraan teranyar Rachmania Arunita (penulis novel Eiffel...I’m in Love ) seha...

Hustlers (2019)

Diangkat dari artikel bertajuk The Hustlers at Scores buatan Jessica Pressler yang dipublikasikan majalah New York pada 2015, Hustlers me...

Maleficent: Mistress Of Evil (2019)

Maleficent: Mistress of Evil dibuka lewat aerial shot memukau, menangkap lanskap kerajaan Moors yang dibentuk memakai CGI. Tapi begitu ki...